Irjen Pol. Mohammad Iqbal: Profil dan Kinerja Kapolda Riau

Irjen Pol. Mohammad Iqbal: Profil dan Kinerja Kapolda Riau

Irjen Pol. Mohammad Iqbal: Profil dan Kinerja Kapolda Riau

Profil Singkat

Inspektur Jenderal Polisi Mohammad Iqbal lahir di Palembang, Sumatera Selatan, pada 20 Mei 1970. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1992 dan dikenal sebagai perwira tinggi dengan rekam jejak panjang di bidang reserse kriminal. Sebelum menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Riau, Iqbal pernah menduduki sejumlah posisi strategis, termasuk Karopenmas Divhumas Polri pada tahun 2020 dan Kapolda Jawa Timur pada periode 2023-2024. Pada awal 2025, Irjen Iqbal resmi dilantik sebagai Kapolda Riau menggantikan Irjen Pol. Agung Setya Imam Effendi, membawa visi transformasi keamanan berbasis teknologi dan pendekatan humanis di wilayah dengan karakteristik geografis dan sosial yang kompleks.

Karier dan Riwayat Jabatan

Karier Irjen Iqbal di institusi Polri terbilang gemilang dan beragam. Selepas menempuh pendidikan di PTIK dan Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian, ia menghabiskan sebagian besar masa dinasnya di satuan reserse. Jabatan strategis yang pernah diemban antara lain Kapolres Metro Jakarta Utara (2013), Dirkrimum Polda Metro Jaya (2016), hingga Kapolda NTB pada tahun 2022. Pengalaman sebagai Karopenmas Divhumas Polri memberinya modal komunikasi publik yang kuat, sementara penugasan sebagai Kapolda Jatim mengasah kapasitas kepemimpinan di wilayah dengan dinamika sosial tinggi. Di level internasional, ia tercatat mengikuti pelatihan di FBI National Academy dan berbagai forum kepolisian ASEAN, membangun perspektif global dalam penegakan hukum. Riwayat jabatan ini menempatkan Irjen Iqbal sebagai figur dengan perpaduan antara ketajaman reserse, kecakapan manajerial, dan pemahaman hubungan masyarakat.

Kinerja dan Program Unggulan

Sejak memimpin Polda Riau pada kuartal pertama 2025, Irjen Iqbal langsung meluncurkan sejumlah program prioritas. Program "Kampung Bebas Narkoba" diperluas ke 12 kabupaten/kota, menggandeng BNN dan pemerintah daerah untuk memutus rantai peredaran narkotika yang menjadi persoalan kronis di provinsi ini. Di sektor kejahatan lingkungan, Polda Riau di bawah komandonya membentuk Satuan Tugas Khusus Kebakaran Hutan dan Lahan (Satgassus Karhutla) yang melakukan patroli berbasis data satelit dan berhasil menurunkan titik panas sebesar 27 persen pada musim kemarau 2025 dibanding tahun sebelumnya.

Inovasi teknologi menjadi penekanan utama. Irjen Iqbal meluncurkan aplikasi "Riau Aman" yang mengintegrasikan layanan pengaduan masyarakat, pelacakan laporan, dan fitur panic button. Data per September 2025 menunjukkan aplikasi ini telah diunduh lebih dari 480 ribu kali dan memproses 62 ribu laporan dengan tingkat penyelesaian 74 persen. Program "Police Goes to Campus" juga digiatkan untuk mencegah radikalisme di kalangan mahasiswa melalui diskusi inklusif dan kolaborasi riset keamanan. Dalam penegakan hukum, operasi terhadap jaringan narkotika internasional di perairan Riau berhasil menyita 87 kilogram sabu dan 220.000 butir ekstasi dalam pengungkapan Agustus 2025, menandai salah satu tangkapan terbesar dalam sejarah Polda Riau.

Tantangan dan Harapan

Provinsi Riau memiliki kerentanan multidimensional yang memerlukan penanganan di luar pendekatan konvensional. Posisi geografis yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka menjadikan wilayah ini pintu masuk penyelundupan narkoba, senjata ilegal, dan perdagangan manusia. Konflik agraria antara korporasi perkebunan dan masyarakat adat masih menjadi sumber ketegangan yang berpotensi meledak sewaktu-waktu. Belum lagi persoalan lingkungan berupa pembalakan liar dan kebakaran lahan gambut yang berulang setiap tahun. Harapan publik terhadap Irjen Iqbal tidak sekadar pada penindakan tegas, melainkan pada kemampuannya membangun sistem pencegahan yang berkelanjutan dan memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri yang sempat tercoreng sejumlah kasus.

Pro dan Kontra

  • Pro: Pendekatan berbasis teknologi yang diterapkan melalui aplikasi "Riau Aman" dan patroli satelit karhutla dinilai efektif mempercepat respons kepolisian. Pengungkapan kasus narkotika berskala besar pada pertengahan 2025 menuai apresiasi dari Presiden dan publik, menunjukkan kompetensi reserse yang mumpuni. Survei Litbang Kompas pada Oktober 2025 mencatat tingkat kepuasan masyarakat terhadap Polda Riau naik menjadi 68,3 persen dari sebelumnya 59,1 persen pada 2024. Kolaborasi lintas lembaga dalam program Kampung Bebas Narkoba dianggap sebagai langkah progresif yang menyentuh akar masalah. Komunikasi publik Irjen Iqbal yang terbuka dan gaya kepemimpinan blusukan mendapat sambutan positif dari media lokal dan tokoh masyarakat.
  • Kontra: Sejumlah organisasi masyarakat sipil mengkritik operasi karhutla yang masih berfokus pada penindakan petani kecil sementara pelaku korporasi belum tersentuh secara signifikan. Kasus tewasnya seorang tersangka pencurian di Mapolres Indragiri Hilir pada Juni 2025 memicu dugaan kekerasan oleh aparat dan menyeret perhatian Komnas HAM. LSM anti-korupsi mencatat minimnya penindakan terhadap praktik suap di sektor perizinan lahan yang melibatkan oknum kepolisian daerah. Program aplikasi "Riau Aman" dikritik karena belum menjangkau daerah dengan keterbatasan infrastruktur digital, menciptakan kesenjangan layanan bagi masyarakat pedalaman. Purnawirawan dan pengamat kepolisian menyebut kepindahan cepat Irjen Iqbal dari Jatim ke Riau berpotensi mengganggu kesinambungan program strategis yang telah dirintis.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User