Era Digital: Chairul Tanjung Tegaskan Pentingnya Teknologi bagi Pengusaha

Yogyakarta kembali menjadi saksi bergulirnya gagasan besar di dunia usaha. Dalam gelaran Jogja Financial Festival yang berlangsung akhir pekan lalu, pendiri CT Corp, Chairul Tanjung, menyampaikan pand...

Era Digital: Chairul Tanjung Tegaskan Pentingnya Teknologi bagi Pengusaha

Yogyakarta kembali menjadi saksi bergulirnya gagasan besar di dunia usaha. Dalam gelaran Jogja Financial Festival yang berlangsung akhir pekan lalu, pendiri CT Corp, Chairul Tanjung, menyampaikan pandangannya bahwa lanskap bisnis modern menuntut lebih dari sekadar modal dan jaringan. Ia menekankan, pengusaha masa kini wajib memiliki pemahaman mendalam mengenai teknologi digital jika ingin tetap relevan dan kompetitif. Pernyataan tersebut bukan sekadar seremonial, melainkan cerminan dari pergeseran fundamental yang sedang terjadi di seluruh sektor ekonomi.

Transformasi Digital Bukan Lagi Opsi

Chairul Tanjung mengingatkan bahwa revolusi industri keempat telah mengubah peta persaingan secara drastis. Dulu, sebuah usaha bisa bertahan puluhan tahun dengan model bisnis yang sama. Kini, siklus hidup produk dan jasa semakin pendek, digerakkan oleh inovasi teknologi yang muncul tanpa henti. Menurutnya, pengusaha yang tidak menguasai teknologi akan seperti berlayar tanpa kompas. Mereka akan kesulitan membaca perilaku konsumen yang kian dinamis, mengelola rantai pasok secara efisien, atau bahkan sekadar memasarkan produk secara efektif. Teknologi, tegasnya, telah menjadi fondasi utama yang menopang setiap keputusan strategis, mulai dari penentuan harga hingga ekspansi pasar.

Di satu sisi, digitalisasi membuka peluang luar biasa. Usaha mikro dan kecil kini bisa menembus pasar nasional bahkan global melalui platform digital dengan biaya yang relatif rendah. Di sisi lain, hal ini menciptakan tekanan kompetitif yang belum pernah terjadi sebelumnya. Pelaku usaha konvensional yang lambat beradaptasi berisiko tergerus oleh pendatang baru yang lebih lincah dan paham teknologi. Chairul Tanjung menggarisbawahi, pemahaman teknologi bukan hanya soal bisa menggunakan gawai atau media sosial, melainkan juga mencakup kemampuan membaca data, memahami algoritma, serta mengintegrasikan solusi digital ke dalam proses bisnis inti.

E-Commerce Sebagai Kunci Sukses Bisnis Modern

Dalam paparannya, ia secara khusus menyoroti peran vital perdagangan elektronik atau e-commerce. Data terbaru dari Bank Indonesia menunjukkan nilai transaksi e-commerce nasional sepanjang tahun 2025 telah menembus angka Rp632 triliun, tumbuh sekitar 22% secara tahunan. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan bukti bahwa konsumen Indonesia telah bermigrasi secara masif ke ranah digital. Chairul Tanjung menilai, pengusaha yang masih mengandalkan toko fisik semata tanpa kehadiran daring akan kehilangan pangsa pasar yang sangat besar.

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa e-commerce memberikan keunggulan dalam hal efisiensi dan jangkauan. Melalui platform digital, sebuah usaha dapat beroperasi 24 jam tanpa henti, menjangkau pelanggan di pelosok negeri, serta mengumpulkan data konsumen secara real-time untuk keperluan personalisasi layanan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa sukses di e-commerce memerlukan strategi yang matang. Mulai dari pemilihan platform yang tepat, manajemen logistik yang andal, hingga kemampuan membangun kepercayaan melalui ulasan dan layanan purna jual. Semua itu, tegasnya, merupakan wujud nyata dari penguasaan teknologi yang dimaksud.

Kesiapan Sumber Daya Manusia

Aspek lain yang menjadi perhatian adalah kesiapan sumber daya manusia (SDM) Indonesia. Chairul Tanjung mengapresiasi pemerintah yang terus mendorong program literasi digital, namun ia menilai percepatan harus dilakukan. Kesenjangan keterampilan digital antara angkatan kerja dan kebutuhan industri masih lebar. Perusahaan tidak hanya membutuhkan karyawan yang bisa mengoperasikan komputer, tetapi juga talenta yang mampu memanfaatkan kecerdasan buatan, analitik data, dan otomatisasi untuk menciptakan nilai tambah. Oleh karena itu, ia mengajak para pelaku usaha untuk berinvestasi pada pelatihan dan pengembangan kompetensi digital tim mereka.

Sementara itu, dari sisi kebijakan, dukungan infrastruktur seperti konektivitas internet yang merata menjadi prasyarat mutlak. Chairul Tanjung menyebut bahwa kolaborasi antara swasta, pemerintah, dan lembaga pendidikan merupakan kunci untuk membangun ekosistem bisnis berbasis teknologi yang inklusif. Tanpa itu, upaya peningkatan kapasitas pengusaha lokal akan berjalan di tempat. Ia optimistis bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi pemain utama ekonomi digital Asia Tenggara, asalkan seluruh pemangku kepentingan bergerak dalam irama yang sama.

Di penghujung sesi, Chairul Tanjung menegaskan kembali bahwa pesannya bukanlah intimidasi, melainkan ajakan untuk bertransformasi. Teknologi memang bisa tampak rumit, namun dengan niat belajar dan kemauan beradaptasi, setiap pengusaha dapat memanfaatkannya sebagai alat untuk tumbuh. Dunia bisnis ke depan, katanya, adalah milik mereka yang berani merangkul perubahan, bukan yang menghindarinya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User