Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo: Profil dan Kinerja Kapolda Jawa Tengah

Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo: Profil dan Kinerja Kapolda Jawa Tengah

Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo: Profil dan Kinerja Kapolda Jawa Tengah

Profil Singkat

Irjen Pol. Ribut Hari Wibowo lahir di Semarang pada 8 Mei 1970. Ia merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) angkatan 1992. Dikenal sebagai perwira tinggi Polri dengan latar belakang reserse, Ribut Hari Wibowo mengawali kariernya di Kepolisian Resor Kota (Polrestabes) Semarang sebelum akhirnya menduduki sejumlah posisi strategis di tingkat daerah dan Mabes Polri. Ia meraih gelar S2 Manajemen dari Universitas Indonesia dan menempuh pendidikan Sespimti Polri pada 2018. Pada akhir 2024, ia dilantik sebagai Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Tengah menggantikan Irjen Pol. Ahmad Luthfi yang memasuki masa pensiun.

Karier dan Riwayat Jabatan

Karier Ribut Hari Wibowo banyak dihabiskan di lingkungan reserse. Seusai bertugas sebagai perwira pertama di Semarang, ia dipercaya menjadi Kepala Satuan Reskrim Polres Kendal (2000-2002), kemudian Kasat Reskrim Poltabes Semarang (2002-2005). Ia melanjutkan penugasan ke Polda Metro Jaya sebagai Kasubdit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) pada 2009. Setelah menempuh pendidikan Sespimen, ia menjabat Kapolres Banyumas (2012-2014), diikuti posisi sebagai Wadirkrimum Polda Jawa Tengah (2014-2016) dan Dirkrimum Polda Sumatra Utara (2016-2018).

Pada 2019, ia dimutasi menjadi Analis Kebijakan Madya Bidang Pidana Narkoba Bareskrim Polri, lalu diangkat sebagai Karo SDM Polda Jawa Timur (2020-2021). Puncak karier perwira menengahnya adalah sebagai Kapolrestabes Surabaya (2021-2022). Setelah menyandang pangkat bintang satu, ia menjabat Wakapolda Jawa Tengah (2022-2023) sebelum akhirnya dipercaya memimpin Polda Jawa Tengah per Desember 2024. Jejang karier yang dominan di wilayah Jateng menjadikannya figur yang akrab dengan dinamika sosial dan kriminalitas di provinsi tersebut.

Kinerja dan Program Unggulan

Selama memimpin Polda Jawa Tengah, Irjen Ribut Hari Wibowo menekankan pendekatan pemolisian prediktif dan community policing. Program "Jateng Amanah" yang dicanangkan pada triwulan pertama 2025 menjadi payung strategis pengamanan wilayah, mencakup penguatan patroli siber, pemberantasan narkoba, dan perlindungan perempuan dan anak. Data internal Polda per Agustus 2025 menunjukkan penurunan angka kejahatan jalanan sebesar 11,3% dibandingkan periode sama tahun sebelumnya, serta pengungkapan 27 jaringan narkotika lintas provinsi.

Di bidang pelayanan publik, ia menggulirkan inovasi "SIM Terintegrasi Berbasis Kecamatan" yang memotong birokrasi penerbitan surat izin mengemudi melalui kerja sama dengan kantor kecamatan. Program ini mengurangi waktu penerbitan SIM baru dari rata-rata tiga hari menjadi kurang dari satu hari kerja. Selain itu, ia memperkuat peran Bhabinkamtibmas dengan pelatihan mediasi konflik agraria—mengingat Jawa Tengah menjadi salah satu wilayah dengan eskalasi konflik lahan yang tinggi pasca pandemi.

Irjen Ribut juga menginisiasi "Jateng Zero Knalpot Brong" menjelang musim kampanye Pemilu 2026, sebuah operasi yang menuai pujian sekaligus kritik. Kegiatan sosialisasi keselamatan berlalu lintas yang melibatkan tokoh agama dan pemuda berhasil mengurangi keluhan kebisingan masyarakat hingga 60% di daerah urban, namun menuai protes dari sebagian komunitas otomotif karena dianggap membatasi kreativitas anak muda.

Tantangan dan Harapan

Tantangan terbesar Kapolda adalah mengelola polarisasi sosial

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Wow Wow 0
Sad Sad 0
Angry Angry 0

Comments (0)

User