Irjen Pol. Pipit Rismanto: Profil dan Kinerja Kapolda Kalimantan Barat
Irjen Pol. Pipit Rismanto: Profil dan Kinerja Kapolda Kalimantan Barat
Profil Singkat
Irjen Pol. Pipit Rismanto resmi menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat sejak 2025. Pria kelahiran 1971 ini merupakan lulusan Akademi Kepolisian tahun 1993 yang memiliki pengalaman panjang di bidang reserse. Sebelum bertugas di Kalimantan Barat, ia dikenal sebagai perwira tinggi dengan rekam jejak kuat dalam pemberantasan kejahatan transnasional dan pengungkapan kasus-kasus besar. Latar belakang pendidikannya meliputi PTIK, Sespimti, dan sejumlah pelatihan luar negeri, termasuk di FBI National Academy.
Karier dan Riwayat Jabatan
Karier Pipit Rismanto banyak dihabiskan di lingkungan Bareskrim Polri. Ia pernah menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim, di mana ia memimpin pengungkapan jaringan narkotika internasional. Jabatan strategis lain yang pernah diembannya antara lain Kapolres Metro Jakarta Selatan, Diresnarkoba Polda Metro Jaya, hingga Deputi Penindakan Badan Narkotika Nasional. Sebelum menjabat Kapolda Kalbar, ia bertugas sebagai Staf Ahli Kapolri dan Wakapolda Sumatera Utara, posisi yang mengasah kemampuannya dalam manajemen keamanan wilayah luas.
Kinerja dan Program Unggulan
Selama memimpin Polda Kalbar, Irjen Pipit meluncurkan program "Patroli Perbatasan Terpadu" di wilayah perbatasan Indonesia-Malaysia. Program ini bertujuan menekan penyelundupan narkotika, barang ilegal, dan perdagangan manusia. Tercatat pada 2026, pengungkapan kasus narkoba di Kalbar meningkat 23 persen dibanding tahun sebelumnya. Ia juga memperkuat Satuan Tugas Pangan guna mengawal ketahanan pangan daerah, bersinergi dengan pemerintah provinsi.
Di sektor pelayanan publik, ia menginisiasi digitalisasi layanan kepolisian, termasuk perpanjangan SIM online dan sistem pengaduan berbasis aplikasi. Program "Polisi Masuk Desa" juga digencarkan untuk mendekatkan aparat dengan masyarakat adat dan komunitas di pedalaman. Selain itu, ia membentuk tim khusus penanganan konflik lahan antara perusahaan perkebunan dengan masyarakat lokal, yang menjadi masalah kronis di Kalbar.
Tantangan dan Harapan
Kalimantan Barat menghadapi tantangan keamanan yang kompleks: perbatasan darat dengan Malaysia sepanjang 966 kilometer, maraknya tambang emas tanpa izin, serta potensi konflik etnis. Pipit Rismanto menyadari pendekatan represif tidak cukup. Ia mendorong restorative justice untuk kasus-kasus ringan dan melibatkan tokoh adat dalam mediasi. Harapan publik terhadapnya adalah konsistensi dalam penegakan hukum di tengah tekanan politik dan ekonomi lokal.
Pro dan Kontra
- Pro: Rekam jejak cemerlang di bidang reserse dengan pengalaman internasional. Program Patroli Perbatasan Terpadu terbukti meningkatkan pengungkapan kasus penyelundupan dan menekan peredaran gelap narkotika lintas negara. Inisiatif digitalisasi layanan kepolisian mempercepat birokrasi dan meningkatkan transparansi di daerah yang infrastrukturnya terbatas. Pendekatan humanis melalui program Polisi Masuk Desa dan restorative justice mendapat apresiasi dari tokoh adat Kalbar.
- Kontra: Meski pengungkapan kasus narkoba meningkat, beberapa kritikus menilai pendekatan ini masih bersifat permukaan karena belum menyentuh bandar besar yang terlindungi. Masalah tambang ilegal di Kalbar belum menunjukkan penurunan signifikan, memicu tudingan adanya pembiaran oleh aparat. Kinerja tim khusus penanganan konflik lahan dinilai lambat dalam menyelesaikan sengketa antara korporasi dan masyarakat adat. Masyarakat sipil juga menyoroti minimnya penindakan terhadap oknum polisi yang diduga terlibat dalam praktik pungutan liar di jalur distribusi logistik perbatasan.
Comments (0)